Jumat, 26 April 2013

TIPS PINTAR DALAM BERBAGAI MATA PELAJARAN


TIPS PINTAR DALAM BERBAGAI MATA PELAJARAN



Kepintaran tidak dimiliki oleh semua orang. Tetapi kepintaran bisa dimiliki jika kita mau berusaha. Orang beranggapan, kalau orang pintar itu lebih unggul dari yang lain. Sebenarnya itu salah... orang yang pintar itu sebenarnya pada awalnya bodoh. Dan pintar juga tidak langsung didapatkan begitu saja. Dia perlu melalui suatu proses yang panjang yang disebut belajar.
Ilmu pengetahuan sangatlah luas. Setiap saat ilmu pengetahuan terus berkembang. Hingga sampai saat ini, ilmu yang sudah ditemukan terus dikembangkan dan ilmu yang baru terus ditemukan. Ilmu juga merupakan sebuah proses. Untuk dapat belajar ilmu atau menemukan penemuan yang baru, kita harus belajar dari yang ilmu lebih mendasar. Sebagai contoh: Untuk dapat belajar Aljabar, kita harus sudah belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar, pangkat, dan lain sebagainya. Jika belum bisa menguasai ilmu yang lebih mendasar, maka kita akan kesulitan untuk mempelajarinya.
Setiap manusia diciptakan berbeda-beda. Setiap orang pastilah mempunyai kekurangan dan kelibihannya masing-masing. Kebanyakan orang yang telah menemukan kekurangan dan kelebihannya, pasti akan lebih menonjolkan kelebihannya dan akan menutupi kekurangannya. Dia akan terus menerus belajar untuk menonjolkan kelebihannya dan tidak melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan. Sehingga dia bisa dikategorikan sebagai orang yang pintar dalam kelebihan yang dia miliki.
Pintar dalam kelebihan yang dimilki memang membanggakan. Tetapi jika pintar dalam berbagai kelebihan, sudah pasti lebih membanggakan lagi. Semua sekolah biasanya mengajarkan berbagai jenis mata pelajaran. Bila sudah pintar di berbagai mata pelajaran, tidak diragukan lagi kamu bisa mendapat ranking 1 dikelas, bahkan menjadi yang terbaik di sekolah kamu dan mendapatkan prestasi yang gemilang.
Sebenarnya banyak manfaatnya jika menjadi pintar di berbagai mata pelajaran. Lalu bagaimana agar menjadi pintar di berbagai mata pelajaran? Apakah perlu giat belajar agar menjadi pintar di berbagai mata pelajaran? Disini I’am mau berbagi pengalaman, apa saja yang sudah pernah I’am lakukan hingga bisa seperti sekarang.

1. Niat yang kuat.
Niat merupakan hal yang paling penting jika ingin melakukan sesuatu. Jika kamu hanya melakukan cara-cara agar pintar di berbagai mata pelajaran saja, tetapi tidak didasari dengan niat yang kuat, pasti hasilnya tidak akan optimal. Untuk itu, tanamkan niat yang kuat dalam diri kamu untuk bisa pintar di berbagai mata pelajaran.
2. Tentukan belahan otak yang lebih dominan.

Menentukan belahan otak? Ya.... ini merupakan hal yang perlu kamu ketahui. Setiap belahan otak memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Jika salah satu otak kita ada yang lebih dominan, sudah pasti kita akan lebih bisa menguasai mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kita. Kalau masih bingung, ini I’am ada penjelasannya:
Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Merupakan pusat otak yang dominan untuk berbahasa lisan dan tulisan. Berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang rasional. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (Short Term Memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Orang yang dominan di belahan otak ini biasanya jarang berbicara (kalau berbicara langsung pada intinya), memecahkan masalah dengan logika, pendiam, berpikir jangka panjang (memikirkan secara urut apa yang akan terjadi), unggul dalam urusan hitung-menghitung. Mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kiri yaitu: Matematika, IPA (Biologi, Fisika, Kimia), Bahasa.
Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (Long Term Memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Orang yang dominan di belahan otak ini biasanya banyak berbicara (terkadang suka membicarakan hal yang tidak penting), memecahkan masalah terlebih dahulu menggunakan emosi, mudah marah, berpikir jangka pendek (cepat memutuskan keputusan), kreativitasnya tinggi. Mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan yaitu: IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Geografi), Seni, Musik.
Sekarang sudah jelas bahwa kelebihan orang juga dapat diketahui melalui fungsi otak. Bagaimana cara mengetahui belahan otak mana yang lebih dominan? Tentu caranya sangatlah mudah. Berikut cara mengetahuinya:

Caranya mudah kan? Hanya kebalikannya saja. Nah... sekarang kamu sudah tahu kamu lebih dominan belahan otak mana. Itu artinya kamu juga pasti tahu pelajaran apa yang lebih kamu kuasai dan pelajaran apa yang kurang kamu kuasai.
3. Ubah kekurangan menjadi salah satu kelebihan.

Mengubah kekurangan menjadi salah satu kelebihan sangat diperlukan agar bisa menguasai bermacam-macam mata pelajaran. Jika kamu sudah hebat di suatu mata pelajaran, maka jangan biarkan kamu tidak bisa di mata pelajaran yang lain. Kamu harus melakukan berbagai cara agar bisa menguasai mata pelajaran yang kurang dikuasai. Berikut cara-caranya:
a. Cari teman yang bisa menguasai mata pelajaran yang kamu kurang kuasai.

Pertemanan ini yang biasanya merubah kepribadian kita. Jika salah mencari teman, bisa-bisa bukannya kamu menjadi pintar, malah menjadi ikutan bodoh. Pasti yang rugi adalah kamu juga. Untuk itu, ada beberapa cara untuk mencari teman yang pintar dan mau berbagi pengetahuan dengan kita:
=> Lihat tingkah lakunya. Bila kamu sedang di dalam kelas dan sedang ada jam kosong, lebih baik kamu diam saja di bangku kamu dan perhatikan satu-satu teman kamu. Teman yang pintar biasanya lebih jarang bicara dibandingkan teman yang lain.
=> Biasanya mencari yang pendiam saja belum cukup, kadang teman yang pendiam itu memang karena dia lebih dominan belahan otak kiri, tetapi belum tentu semuanya pintar. Untuk mengetahuinya, coba kamu tanya satu persatu teman kamu yang pendiam tentang pelajaran yang kurang kamu kuasai. Bila teman kamu tahu jawabannya, berarti dia termasuk pintar. Tetapi kadang ada teman yang bisa menjawab tulisan, tetapi susah menjelaskan lewat kata-kata. Nah, berati dia juga termasuk pintar.
=> Sebenarnya ada beberapa juga orang yang lebih dominan otak kanan, tetapi dia pintar. Nah, kalau yang seperti ini biasanya pintar di pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan. Untuk mengetahui apakah teman yang dominan otak kanan pintar atau tidak, ini sedikit lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Biasanya teman yang lebih dominan otak kanan, dia lebih berani, kreatif, dan pintar berbicara. Jika saat diskusi kelompok, lalu dia yang memimpin pembicaraan dan suka menyampaikan pendapat, berarti dia pintar. Dan perhatikan juga nilai ulangannya. Bila bagus pada pelajaran yang didominasi oleh otak kanan, berarti dia memang lebih dominan otak kanan dan dia termasuk teman yang pintar.
=> Perhatikan nilai teman kamu pada saat ulangan. Biasanya faktor nilai ulangan menandakan kepintaran seseorang. Nah, kalau teman kamu ada yang mendapat nilai bagus di salah satu mata pelajaran yang kamu kurang kuasai, dekati dia. Tanya mengapa dia bisa menjawab sehingga mendapat nilai bagus. Jangan malu bertanya bila memang dia bisa menjawabnya.
=> Gunakan feeling kamu untuk menetapkan dia teman yang baik atau tidak. Jika dia pintar, tetapi sombong dan egois. Beh... mendingan jauhin aja. Tetapi sebaiknya kita jangan memilih-milih teman. Untuk menghadapi teman yang seperti itu, lebih baik kamu berteman saja seperti biasa, tetapi saat sombong dan egoisnya kambuh, mendingan kamu ngalah aja sama dia. Daripada kamu tidak bisa mendapat pengetahuan dari dia.
=> Perlakukan dia seperti best friend. Jika kamu sudah dekat sama dia, dijamin kamu mau bertanya apapun yang dia bisa, pasti dia akan menjelaskannya dengan senang hati. Tetapi kalau dia tidak tahu jawabannya, maklumkan saja lah. Namanya juga manusia yang pengetahuannya sangat sedikit.
b. Dekati guru mata pelajaran.

Dengan mendekati guru mata pelajaran yang kurang kamu kuasai, kamu bisa menanyakan apapun yang berhubungan dengan pelajaran yang kurang kamu kuasai. Akrabkanlah kamu dengan guru tersebut. Tetapi jika gurunya GALAK alias KILLER, waahh... ini urusannya agak sulit. Tetapi segalak-galaknya guru, masih ada sisi kelembutan darinya. Guru akan menjadi marah, kalau ada suatu hal yang membuat dia marah. Bukan berarti guru itu marah setiap saat. Namun jika kita mendekatinya dengan cara yang baik, sopan santun, dan lembut, maka guru yang GALAK sekalipun bisa kamu taklukan. Wuih... :)
c. Jadikan teman yang pintar sebagai motivasi diri.

Jadikan teman kamu yang lebih pintar di mata pelajaran yang kamu kurang kuasai sebgai motivasi kamu agar berusaha menjadi lebih pintar dari dia. Kalau di kelas kamu ada yang mendapat ranking 1, kamu harus dekati dia. Agar dia mau berbagi ilmu dengan kamu. Dan jadikan dia sebagai motivasi kamu. Walaupun dia teman kamu, tetapi bersaing untuk mendapat ranking 1 kan tidak apa-apa. Hehehe.... :)
4. Kurangi membicarakan hal yang tidak penting.

Mengurangi bicara sangat diperlukan agar pelajaran yang dijelaskan bisa masuk kedalam otak. Tertutama saat guru menerangkan pelajaran di kelas. Bila kita berbicara dengan teman kita pada saat guru sedang menjelaskan, + 80% pelajaran yang baru saja diterangkan guru pasti tidak mengerti. Dan sisanya yang masuk ke dalam otak, hanya suara guru yang terdengar pada saat kita berhenti berbicara dan mencari obrolan yang baru.
5. Belajar dengan sungguh-sungguh dan tingkatkan semangat belajar.

Belajar untuk beberapa orang sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Ada saja godaannya agar tidak belajar. Ada yang belajar, tetapi pelajaran yang dipelajari tidak masuk ke otak. Yang seperti itu biasanya tidak belajar dengan sungguh-sungguh. Agar bisa belajar dengan sungguh-sungguh, bisa atasi dengan:

a. Belajar dengan posisi yang enak.
b. Usahakan belajar di tempat yang sepi.
c. Belajar yang baik dilakukan di pagi hari.
d. Menghindar dari benda yang bisa mengganggu pikiran. Misalnya TV.
e. Fokus kepada pelajaran yang dipelajari.
Tingkat semangat belajar selain berpengaruh dari diri sendiri, tetapi juga dipengaruhi lingkungan dan orang lain. Jika kamu belajar di kelas yang ramai, kumuh, dan tidak nyaman, pasti kamu tidak akan ingin belajar di kelas tersebut, dan semangat belajar kamu juga akan menurun. Ini menandakan bahwa semangat belajar dipengaruhi lingkungan tempat kamu belajar. Untuk mengatasi masalah ini, kamu perlu mengajak teman-teman kamu untuk menciptakan ruang kelas yang nyaman dengan saling bekerja sama. Jadi, yang merasakan belajar nyaman bukan kamu saja, teman-teman kamu juga akan merasa nyaman.
Jika ada salah satu guru kamu cara mengajarnya tidak menyenangkan, membingungkan, dan datangnya hanya memberi tugas tanpa mengajar, pasti kamu juga akan malas untuk belajar pelajaran yang diajarkan guru tersebut. Akibatnyanya semangat belajar kamu menjadi menurun. Untuk mengatasi guru yang seperti ini cukup sulit, karena memang setiap guru mempunyai sifat yang berbeda. Jadi jika kamu merasa tidak nyaman diajar olehnya, kamu bisa belajar dengan guru lain yang menurut kamu nyaman. Kamu bisa belajar dengannya di ruang guru pada waktu istirahat.
6. Tingkatkan rasa keingintahuan.

Rasa keingintahuan dapat meningkatkan wawasan kita. Misalnya, pada saat kamu dan teman-teman kamu diajarakan pelajaran sejarah dikelas. Kamu dan teman-teman kamu pasti akan mendapatkan ilmu yang sama dari guru sejarah. Tetapi jika dari ilmu yang telah disampaikan oleh guru sejarah tersebut kamu gali lagi dengan rasa keingintahuan, pasti kamu akan lebih memahami pelajaran sejarah tersebut dibandingkan teman-temanmu. Meskipun misalnya kamu tidak suka pelajaran sejarah, tetapi dengan rasa keingintahuan, pelajaran sejarah tersebut bisa membuat kamu ingin terus belajar sejarah.
7. Duduk diam di kelas.

Duduk diam dikelas sebenarnya banyak manfaatnya. Dengan diam, kita bisa mengingat kembali pelajaran yang baru saja di ajarkan oleh guru. Kalau sering mengingat kembali apa yang diajarkan oleh guru setelah guru selesai mengajar, di jamin pelajaran yang baru diajarakan akan masuk ke otak. Jika kamu mengobrol dengan teman sehabis guru keluar, ini malah menyebabkan kalimat yang baru saja dijelaskan guru, akan tercampur dengan kalimat obrolan kamu. Sehingga saat kamu mengingat kembali apa telah yang diajarkan guru kamu, kamu akan lupa beberapa kata yang telah di ucapkan oleh guru kamu. Akibatnya kamu juga akan kesulitan dalam mengisi soal Esai.
Diam saja di kelas masih kurang efektif. Kamu juga harus membiasakan mengingat kembali pelajaran di rumah kamu. Saat kamu sedang tidak ada kegiatan, lebih baik kamu mengingat kembali pelajaran yang diajarkan guru kamu.
8. Dengarkan penjelasan dari guru.

Belajar sambil mengobrol sangat tidak efektif. Akibatnya kamu bisa tidak mengerti penjelasan guru, dimarahi guru karena mengobrol, dsb. Jadi jika teman kamu mengajak kamu ngobrol saat guru sedang menjelaskan, lebih baik kamu bilang dengan baik-baik kalau kamu tidak mau di ganggu dulu. Dengan begitu teman kamu juga pasti mengerti. Setelah guru keluar atau saat istirahat, baru kamu ajak teman kamu ngobrol. Tetapi mengobrol yang secukupnya, agar penjelasan guru yang tadi dijelaskan tidak lupa.
9. Berpikir cerdas.

Berpikir cerdas merupakan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengamalan, akal sehat atau komunikasi. Misalnya, kisah Sir Isac Newton ketika buah apel jatuh di sampingnya. Yang ada dipikirannya adalah “Gravitasi”. Mengapa apel jatuh kebawah, bukan ke atas? Maka penemuan ilmiah pun ditemukan bahwa “Bumi mempunyai gaya gravitasi sebesar G=9,81 m/s2”.
Berpikir cerdas bisa berupa menganalisis kejadian, masalah, atau suatu hal yang masih perlu di ketahui lagi. Contoh umumnya, “Dari mana saya berasal? Mengapa saya bisa hidup di bumi ini?” kemudian dari pertanyaan-pertanyaan itu dicari informasinya yang relevan. Bila sudah mengetahui jawabannya, kamu analisis jawaban itu benar atau tidak, analisis mengapa dari jawaban itu bisa menjawab pertanyaan kamu. Inilah yang disebut berpikir cerdas.
Jika pada saat kamu menanyakan jawaban matematika kepada teman kamu , tetapi teman kamu tidak menjelaskan caranya. Atau kamu mencontek jawaban dari teman kamu. Kemudian kamu menganalisis jawaban yang telah kamu dapatkan. Misalnya seperti ini:log 4 + log 25 = log 100 = log 10 pangkat 2 = 2

Lalu kamu analisis 100 itu hasil dari 4 x 25. Kemudian 10 pangkat 2 itu hasil penyederhanaan dari 100. Dan 2 itu merupakan nilai pangkat dari angka 10.
Sudah jelas dengan belajar berpikir cerdas, kita bisa mengetahui suatu hal tanpa menanyakannya kepada orang lain dengan hanya bermodalkan pengetahuan yang sudah dimilki. Jika belum mengetahui jawaban yang kamu tidak ketahui, kita bisa bertanya kepada orang lain, dan menganalisis kembali jawabannya.
10. Berani salah, dan belajar dari kesalahan.

Berani salah ini sangat penting agar bisa menguasai mata pelajaran yang belum dikuasai. Bila ingin belajar, berarti berani salah. Dengan salah, kita bisa belajar dari kesalahan kita. Bila kamu menjawab pertanyaan dan jawaban itu salah, pasti kamu akan mendapatkan jawaban yang benar. Kemudian jawaban kamu itu bandingkan dengan jawaban yang benar. Apa yang berbeda dengan jawaban kamu. Jika kamu sudah mengetahui kesalahannya, kamu tinggal membuat kesimpulan antara jawaban kamu, dengan jawaban yang benar. Dengan cara ini kamu juga bisa belajar berpikir cerdas.
11. Aktif di semua mata pelajaran.

Aktif di semua mata pelajaran sangat penting jika kamu ingin menguasai mata pelajaran yang kurang kamu kuasai. Aktif dalam belajar, temasuk cara agar bisa pintar di berbagai mata pelajaran. Jika hanya aktif disatu mata pelajaran saja, tidak ada gunanya kamu melakukan langkah-langkah diatas. Walaupun kamu rajin belajar, suka bertanya, dan melakukan langkah-langkah diatas, tetapi hanya di satu mata pelajaran saja, tetap saja kamu tidak bisa menguasai pelajaran yang lain. Untuk itu, kamu perlu aktif di semua mata pelajaran. Jika kamu kurang menguasai pelajaran Bahasa Inggris, ikutilah Ekskul English Club. Biasanya ekskul yang di adakan oleh sekolah kamu, bisa menambah wawasan kamu.
12. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain didasari niat, kamu juga harus berdo’a agar apa yang kamu inginkan tercapai. Berdo’a juga ada aturannya. Jika perlu, kamu juga boleh menjanjikan sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar do’a kamu semakin afdol. Semakin besar permintaan kamu, maka semakin besar pula perjanjian yang perlu kamu lakukan. Misalnya, kamu ingin mendapat ranking 1 dikelas, lalu kamu berdo’a seperti ini. (disini I’am mencontohkan untuk yang beragama Islam. Untuk yang beragama nonIslam bisa menggunakan cara lain sesuai agama masing-masing)
“Ya Allah... saya memohon kepada engkau. Saya ingin bisa mendapatkan ranking 1 dikelas ya Allah... bila saya berhasil mendapat ranking 1, saya akan puasa Nazar 1 hari”

Ini berarti, jika do’a kamu di kabulkan dan kamu berhasil mendapat ranking 1 dikelas, kamu harus berpuasa Nazar 1 hari. Tetapi, jika kamu ingin menjadi siswa terbaik di sekolah, kamu perlu menambahkan tingkat perjanjian kamu. Misalnya, kamu akan puasa Nazar 3 hari. Peningkatan tingkat perjanjian ini dimaksudkan agar do’a kamu menjadi semakin afdol. Seperti istilah “Seiring kekuatan besar, muncul tanggung jawab yang besar” “Seiring do’a yang afdol, muncul janji yang besar” hehehe... :)

Semoga penglaman yang pernah I’am alami ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua. Dengan cara ini Insya Allah mudah-mudahan dapat memperbaiki cara belajar para pelajar di Indonesia. Amiin...

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.